pojokdepok.com – Perkembangan media sosial yang kian pesat, membuat pentingnya pemanfaatan yaang bijak. Tidak hanya asal posting, di tangan yang tepat, media sosial mampu memberikan keuntungan yang positif bagi penggunanya. Pentingnya hal tersebut, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Depok bersama PT Karabha Digdaya dan Pemerintah Kota Depok menggelar pelatihan ‘Pengembangan Digital di Era Media Sosial’ di Aula Kantor Kecamatan Tapos, Senin (27/11).
Kegiatan pelatihan yang diikuti sebanyak 50 orang merupakan pelaku UMKM, ASN, dan juga admin organisasi kemasyarakatan di Kawasan Tapos.
Ketua IJTI Korda Depok, Iyung Rizki menjelaskan, pelatihan ini membahas aspek pengembangan kemampuan pemanfaat media sosial dalam aspek informasi yang tepat untuk peserta.
“Peserta dibekali dengan wawasan yang penting, dalam menyikapi dinamika yang terus berkembang dalam dunia digital saat ini. Tak terkecuali memanfaatkan media sosial dalam bidang usaha,” ucap dia.
Menurut dia, pelatihan ini merupakan bagian penting untuk pemahaman yang lebih mendalam mengenai potensi dan perubahan yang terjadi dalam lingkup digital.
“Kami sangat bersyukur atas partisipasi aktif dari ASN pemerintahan dan para pelaku UMKM dalam pelatihan ini. Ini adalah langkah awal yang signifikan dalam upaya bersama untuk menghadapi tantangan di era digital ini,” ungkap dia.
Tim Corsec dan Corcomm PT Karabha Digdaya, Maya Meilan Sumarna menjelaskan, dengan suksesnya acara ini, diharapkan akan lahir kolaborasi yang lebih erat antar instansi pemerintah dan pelaku bisnis di Depok. Dan juga, mendorong perubahan positif dalam menjawab perubahan dinamis di era digital.
“Peserta sendiri menunjukkan antusiasme tinggi dalam berdiskusi dan berbagi pengalaman. Menandakan betapa pentingnya pemahaman mendalam terkait kemajuan digital dalam mengoptimalkan potensi ekonomi,” beber Maya Meilan Sumarna.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Manto Djorghi, mendukung penuh pelatihan semacam ini. Kegiantan ini kata dia, dapat memberi wawasan baru kepada pelaku media sosial, baik yang baru akan terjun ataupun yang sudah berjalan.
“Kegiatan ini memang kelihatannya sederhana, tapi maknanya sangat besar,” jelas dia.
Lebih jauh, Manto Djorghi berujar, pengembangan media sosial saat ini sangatlah pesat. Namun demikian tidak boleh sampai kebablasan. Apalagi kini sedang memasuki tahun politik, sehingga harus lebih bijak berselancar media sosial.
“Dengan kegiatan ini, bisa memberikan informasi pada masyarakat bahwa ada etik disana (media sosial). Ada konsekuensinya bila melanggar. Tentu pula banyak aspek positif, seperti peningkatan taraf ekonomi,” jelas Manto Djorghi.
Manto Djorghi turut mengapresiasi terbentuknya Posko Anti Hoaks di Polres Metro Depok, yang juga berdasarkan usulan IJTI. Adanya posko tersebut juyga menjadi jalan untuk memberi pemahaman soal bijak bermedia sosial.
“Seperti kami sebagai ASN. Tidak boleh menampilkan foto dengan simbol simbol yang mengarah Pemilu,” tukas Manto Djorghi.
Sementara itu, Camat Tapos, Abdul Mutolib mengaku, pelatihan ini sejalan dengan apa yang sudah berjalan di Tapos. Sejumlah program pemerintah di Tapos turut disosialisasikan lewat media sosial.
“Stakeholder di Tapos, seperti PKK, pelaku UMKM, Karang Taruna, pengurus lingkungan juga sudah melek media sosial. Pelatihan ini tentu bisa menambah khasanah pengetahuan,” ucap dia.(*)