pojokdepok.com – Wali Kota Depok, Mohammad Idris meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) ke sejumlah sekolah di Kota Depok, Senin (04/10/2021). Sesampainya di sekolah, Wali Kota Depok langsung melihat ruangan kelas satu persatu untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.
Mohammad Idris mengatakan, sejauh ini pelaksanaan PTMT berjalan dengan baik. Siswa maupun guru sudah menggunakan masker dengan benar. Selain itu, jarak antar siswa di dalam kelas pun juga telah memenuhi syarat sedikitnya 1,5 meter.
“Alhamdulillah, secara umum pelaksanaan sudah berjalan baik. Nantinya selama dua minggu, dua pekan akan datang, kami akan keliling lakukan swab test secara acak untuk memantau pelaksanaan PTMT. Mudah-mudahan tidak ada apa-apa, tapi ini sebagai upaya kita, ikhtiar kita agar tidak kecolongan belajar tatap muka seperti ini,” kata Mohammad Idris usai tinjauannya tersebut.
Idris menuturkan, pihaknya hari ini telah meninjau ke sejumlah sekolahan. Di antaranya, SMPN 6 Depok di Kecamatan Cilodong, Kelurahan Kalibaru. Lalu ke Sekolah Dasar Islam Terpadu Amal Mulia di Sukamaju Baru, terakhir ke SDN Sukatani 7.
“Tadi pagi saya berangkat dari rumah jam 06.00 WIB untuk meninjau kesiapan beberapa sekolah yang hari ini mulai melaksanakan PTMT. Tentu yang kami tinjau sekolah-sekolah yang memang di bawah kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok,” jelasnya.
Lanjut dia, sebelum pelaksanaan PTMT ini, dari persiapan Sumber Daya Manusia (SDM), tenaga pendidik pun sudah divaksin. Untuk jenjang tenaga pendidik SD sebesar 82,3 persen, SMP sebesar 90 persen. Lalu peserta didik jenjang SMP yang sudah divaksin sebesar 70 persen dan hingga sekarang vaksinasi masih berjalan.
“Rata-rata usia 12 tahun ke atas sudah divaksin semuanya,” tuturnya.
“Untuk itu, semoga pelaksanaan PTMT di Kota Depok dapat berjalan lancar. Terima kasih untuk para guru dan pihak sekolah, dengan semangat siswa kita untuk belajar tatap muka karena anak-anak mulai kangen sekolah. Kalau sudah kangen masyaAllah berarti pembelajaran dengan cinta. Sebab murid sudah kangen dengan gurunya,” tutupnya.

