Wujudkan Karakter Bangsa, MPR RI Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Media Sosial

pojokdepok.com – Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal MPR RI Siti Fauziah mengajak para netizen di Jawa Tengah untuk bermedia sosial secara bijak. Menggunakan medsos untuk mengajak netizen memperkuat kerukunan, persatuan dan kesatuan.

Menurutnya, bermedia sosial secara bijak juga bisa menyebarkan semangat kerja sama, tolong menolong dan gotong royong, sebagai upaya mewujudkan karakter bangsa Indonesia.

Apalagi, kata dia, karakter bangsa itu terbukti mampu membuat bangsa Indonesia bertahan pada situasi-situasi sulit. Bukan hanya pada saat bangsa Indonesia dijajah Belanda. Tetapi juga pada saat pandemi Covid-19 melanda bangsa Indonesia.

“Kita adalah bangsa pejuang, selalu berusaha dan pantang menyerah. Selama Pandemi, kita sering mendengar tolong menolong, saling bantu, dan gotong royong dilaksanakan oleh berbagai kelompok masyarakat. Dan itu membuat kita bisa bertahan dari kesulitan dimasa pandemi,” kata Bu Titi; sapaan akrabnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (10/10/2021).

Bermedia sosial secara bijak, kata Titi, perlu dibudayakan di kalangan netizen. Bukan malah sebaliknya, menggunakan medsos untuk  menebar fitnah, kebencian dan caci maki. Pasalnya, selain bermanfaat bagi kebaikan, medsos juga berpotensi memecah belah kerukunan hidup berbangsa.  

Apalagi, saat ini media sosial sudah hadir dalam genggaman para netizen, melalui gadget. Menggunakan gadget-nya para netizen bisa mewarnai dunia, melalui pesan-pesan yang dikirim lewat media sosial.

“Pertemuan ini diharapkan bisa mempererat hubungan MPR dengan para netizen, maupun di antara bloger sendiri. Jangan sampai, hubungan ini merenggang, karena tidak pernah bertemu secara langsung,” kata Siti Fauziah.

Selain itu, dia berpesan agar para netizen ikut menyampaikan semangat kebangsaan dalam akun medsosnya masing-masing. Seperti, sejarah pergerakan bangsa Indonesia, dimulai dari Budi Utomo pada 1908, hingga mencapai puncaknya pada 1928 saat Sumpah Pemuda. Hingga akhirnya tujuan perjuangan tercapai pada 1945 dengan dikumandangkannya kemerdekaan Indonesia.

“Setelah itu, kita masih menghadapi banyak gangguan. Seperti berubahnya NKRI menjadi RIS pada 1949, sebelum akhirnya menjadi NKRI kembali pada 1950,” katanya. [] (TIM)