HNW: Pemuda Harus Paham Sejarah Secara Utuh

pojokdepok.com -, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengingatkan pentingnya pemuda memahami sejarah bangsa secara utuh. Menurutnya, pemahaman sejarah sangat penting agar pemuda bisa mengetahui beragam upaya untuk mengaburkan dan pemutarbalikan sejarah.

“Dengan memahami sejarah itu, para pemuda bisa mengetahui perannya agar eksis dan menyatukan warga bangsa serta menyelesaikan permasalahan bangsa seperti pandemi, serangan dari luar, infiltrasi ideologi komunisme, ateisme, atau ideologi lain yang ingin mengubah Pancasila,”  kata HNW dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (10/10/2021).

HNW mencontohkan upaya mengalihkan peristiwa G30S/PKI tahun 1965 dengan menimpakan kesalahan kepada Orde Baru. Padahal menurutnya, Orde Baru justru yang berhasil menumpas PKI dan gerakan komunisme.

“Ada upaya yang menarasikan bahwa PKI bukan sebagai pelaku, melainkan korban. Padahal korban kejahatan PKI sudah banyak berjatuhan dari para kiai, santri, gubernur Jawa Timur, dan beberapa Jenderal TNI AD,” ujarnya.

Ia menegaskan, penolakan terhadap komunisme tidak hanya terkait dengan pemberontakan yang dilakukan PKI tetapi juga sifat ideologinya yang radikal, intoleran dan tak sesuai dengan Pancasila. Sehingga mereka ingin mengubah Pancasila sebagaimana yang tampak pada peristiwa Madiun Affair, pemberontakan PKI tahun 1948.

“Kudeta PKI pada 18 Sepetember 1948 jelas tidak ada hubungan dengan Orba, CIA atau Amerika Serikat. Tetapi terkait dengan dukungan dari Partai Komunis Uni Soviet. Mereka bukan hanya melakukan pemberontakan, tapi tragedi kemanusiaan, dan kudeta terhadap pemerintah RI yang sah,” tuturnya.

HNW juga meminta para pemuda harus memahami pentingnya membangun soliditas dan solidaritas bersama komponen bangsa lainnya dalam mengimplementasikan dan menjaga Pancasila dan NKRI. Negara menurutnya tidak menghalangi atau mempersulit semua anak muda dari latar belakang apapun untuk berkreasi.

“Negara memberi ruang kepada anak-anak muda untuk tampil dan eksis mengokohkan kebersamaan dengan warga bangsa lainnya. Jangan dimubazirkan. Pemuda agar meningkatkan kualitas pribadi, intelektual, tanggung jawab moral. Karena perlu kompetensi untuk bisa berkompetisi baik di dunia nyata maupun di dunia maya,” ucapnya.[]