pojokdepok.com -, Di tengah tantangan pandemi Covid-19 saat ini memberikan dampak yang sangat luar biasa terhadap seluruh sector kehidupan, tidak terkecuali sector usaham UMKM.
Menurut data BPS selama pandemic covid-19 ini, sekitar 82 persen UMKM mengalami penurunan pendapatan dan sekitar 10,1 persen terpaksa harus menutup operasinya. Namun kata ada hal yang menarik, ternyata UMKM yang masih relative stabil pendapatannya dan bahkan ada yang mengalami peningkatan, adalah UMKM yang telah melakukan transformasi model bisnis ke dunia digital.
Anggota Komisi I DPR, Taufiq R Abdullah menilai, justru melihat potensi perkembangan UMKM akan lebih akselerative Ketika dikelolah oleh generasi muda.
“Karena kita ketahuin bahwa kelompok masyarakat yang paling akrab dengan dunia digital adalah para generasi muda, tinggal kita mendorong mereka agar mau terjun berwirausaha dengan pendekatan model bisnis digital tadi,” kata kata Taufiq dalam keterangan tertulis, Kamis (14/10/2021).
“Apalagi sekarang kita tengah menghadapi bonus demografi, jumlah usia produktif kita melimpah, maka kita harus mendorong pemanfaatan kreativitas mereka disektor UMKM,” sambungnya.
Pada kesempatan yang sama, Pendamping UMKM Kabupaten Kebumen, Wahyu Siswanti memaparkan bahwa UMKM memang harus shifting dari model bisnis ofline ke online.
“Ekosistem bisnis telah banyak berubah, perilaku konsumen juga tentunya telah berubah, maka memang para pelaku UMKM harus merubah strategi bisninya,” paparnya.
Selain itu, hadir juga sebagai Key Opinion Leader, Hastrida yang merupakan co-founder trynicta selaku generasi muda. Dirinya menceritakan bagaimana dimemulai binis busana muslim di dunia digital, beliau menyampaikan bahwa usahanya memang 80 persen penjualannya secara online, 20 persen secara offline itu biasanya melalui bazar.
“Nah model bisnis inilah yang menyelamatkan usaha saya selama pandemic covid-19, bisa dibilang selama pandemic ini, penjualan saya relative stabil, walaupun memang ada penurunan, namun setelah saya cek, ternyata itu masalahnya karena selama tahun 2020 tidak pernah melakukan penjualan melalui bazar,” pungkasnya.[]

