Gus Jazil: Jangan Pisahkan Ilmu Umum dengan Ilmu Agama

pojokdepok.com – Sebagian orang masih beranggapan pendidikan agama tidak memiliki masa depan yang cerah. Berbeda dengan ilmu pengetahuan umum seperti jurusan kedokteran, teknik, dan lainnya yang dianggap bakal menjamin masa depan yang menjanjikan.

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan, kegagalan dunia modern adalah memisahkan ilmu umum dengan agama.

“Terus terang keadaan hari ini memisahkan ilmu umum dengan agama. Kegagalan dunia modern yaitu memisahkan ilmu umum dengan wahyu, dengan ilmu agama,” ujar Gus Jazil saat memberikan pengarahan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana (S1) Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Kepulauan Riau Angkatan IV dan V Tahun 2021 di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (1/11/2021).

Gus Jazil yang juga Ketua Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta ini mengatakan, masih ada anggapan bahwa orang-orang yang belajar di jurusan agama seperti Ilmu Al-Quran atau Tafsir memiliki masa depan suram.

“Jurusan Al-Quran dan tafsir seolah-olah hanya jurusan akhirat. Sukses hanya diukur oleh embel-embel duniawi. Apa mobilmu? Berapa rumah yang dimiliki dan lainnya karena semata-mata kesukseaan diukur dari hal-hal yang sifatnya duniawi,” urainya.

Akibatnya, di berbagai perguruan tinggi, jurusan ilmu agama sepi peminat sementara jurusan ilmu-ilmu umum dibanjiri peminat. “Ini yang terjadi. Tapi jangan khawatir, menjadi sarjana Al-Quran sudah cukup untuk hidup bahagia di dunia dan akhirat. Untuk bahagia tidak perlu punya mobil mewah. Allah mengkaruniakan kita para pecinta Al-Quran hidup bahagia di dunia dan akhirat,” tutur Gus Jazil memberikan motivasi bagi para sarjana agama di STIQ.

Gus Jazil mencontohkan dirinya yang dari kecil hidup di lingkungan pesantren dan hingga kuliah mengambil pendalaman serta menghafal Al-Quran di PTIQ Jakarta, ternyata juga bisa meraih sukses dalam karir hingga menduduki posisi yang sangat strategis sebagai Wakil Ketua MPR. 

“Saya juga sekolah di bidang Al-Quran, ini bukan tempat baru bagi saya. Artinya tak perlu khawatir. Siapapun yang bertambah ilmunya tapi semakin jauh dari Allah, tidak mendapatkan hidayah, itu artinya dia tidak dapat apa-apa. Ilmu pengetahuan modern hari ini seakan-akan memisahkan dengan agama,” urainya.

Dikatakan Gus Jazil, Al-Quran memang bukan kitab ilmu pengetahuan umum, tapi di dalamnya banyak ilmu pengetahuan. Al-Quran juga bukan ilmu hukum, tapi di dalamnya banyak mengatur tentangan hukum. Bukan kitab tentang bisnis tapi banyak mengatur tentang mualamah. Juga bukan kitab sejarah, tapi di dalamnya banyak dongeng-dongeng nabi dan lainnya.