Hashim Djojohadikusumo: Saya Tidak Bisa Curi Uang untuk Mendanai Pilpres

pojokdepok.com -, CEO Arsari Group Hashim Djojohadikusumo membantah proyek pengadaan air bersih di Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur untuk memodalkan kakaknya, Prabowo Subianto maju di Pilpres 2024.

“Saya sampaikan bahwa proyek-proyek yang saya tangani itu swasta semuanya, tidak ada APBN. Berarti saya tidak bisa curi uang untuk mendanai Pilpres,” kata Hashim dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (8/2/2022).

Hasyim menilai pemberitaan soal proyek-proyek di Kalimantan Timur untuk mendanai Prabowo maju di Pilpres 2024 merupakan berita sampah.

baca juga:

“Saya kira ini berita sampah, saya anggap sampah. Kecuali kalau kawan-kawan mau sumbang ke kampanye Pak Prabowo, silakan. Kami buka kesempatan,” ucapnya.

Selain itu, Hasyim memastikan bahwa proyek-proyek yang dijalankan itu sebisa mungkin didanai dari pihak swasta. Hal itu sejalan dengan apa yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Dari Pak Jokowi dan menteri sudah tegaskan, sedapat mungkin dana untuk proyek ini dari swasta dan investasi swasta. APBN itu diminimalisir, sedapat mungkin diperkecil peranan dari APBN,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Hashim Djojohadikusumo menjelaskan bahwa Arsari Grup sudah memiliki lahan di Balikpapan sejak 2007. Saat itu, Hashim memutuskan membeli suatu perusahaan yang memiliki hak pengusahaan hutan (HPH) cukup besar seluas 260 ribu hektare dan tanah yang luasnya kurang-lebih 450 hektare.

“Kemudian 2013 saya melepaskan ke masyarakat dan pemda setempat sejumlah 93 ribu hektare. Saya melepaskan ke masyarakat tanpa mendapat kompensasi apa pun, itu tahun 2013,” ucapnya.[]