pojokdepok.com -, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024 tidak turun akibat konflik pembebasan lahan di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah.
“Enggak ada sih hubungannya (elektabilitas Gubernur), enggak signifikan,” kata Adi Prayitno saat dihubungi pojokdepok.com –, Kamis (10/2/2022).
Menurut Adi, kebanyakan masyarakat tidak mengetahui konflik yang terjadi di Desa Wadas. Mereka yang mengetahui hanya kelompok kecil dan kelompok elite yang menekuni isu lingkungan hidup dan Hak Asasi Manusia (HAM).
baca juga:
“Isu masalah konflik warga dengan pengusaha atau pun negara dalam konteks melakukan pembangunan seperti pelebaran jalan itu kan kasus lama, bukan hanya pertama di Indonesia,” terangnya.
“Di luar Jawa kan konflik dan kasusnya jauh lebih banyak gitu ya dari sebelum-sebelumnya. Artinya banyak orang yang juga memaklumi konflik itu juga bagian dari hal yang dianggap biasa,” sambungnya.
Masih kata Adi, masyarakat kini cenderung lebih memperhatikan isu kelangkaan minyak goreng. Sebab, minyak goreng merupakan kebutuhan rumah tangga yang secara tidak langsung berimbas kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Kalau mau jujur sebenarnya sampai saat ini itu publik masyarakat secara umum lebih peduli urusan minyak goreng yang langkah kebanding soal Wadas, coba cek deh di medsos,” ujarnya.
Oleh karena itu, dia menegaskan persoalan itu tidak ada kaitannya dengan elektabilitas Ganjar. Apalagi dalam kasus di Wadas, Ganjar memberikan konsep dasar politik, seperti mediasi antar warga dengan kepentingan nasional.
“Kecuali Ganjar itu berdiam diri, kecuali Ganjar itu tidak memberikan statement politik baru akan dibully oleh masyarakat secara umum,” terangnya.
“Apalagi kan penangkapannya sudah selesai, saya yakin isunya juga akan meredup dalam sehari dua hari ini. Karena jalur mediasi yang lebih utama bukan cara-cara pengamanan seperti kemarin itu,” pungkasnya.[]