pojokdepok.com -, Pegiat media sosial, Denny Siregar menyarankan agar masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden dibikin selama 10 tahun.
Hal tersebut ia sampaikan menanggapi isu yang sampai saat ini masih menjadi kontroversi ihwal penundaan penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden-Wakil Presiden.
“Daripada ribut perpanjangan Pemilu dua tahun, mending jabatan Presiden dibikin 10 tahun aja sekalian,” ujar Denny dikutip dari akun Twitter-nya @Dennysiregar7, Selasa (8/3/2022).
baca juga:
Dengan begitu, kata Denny, Presiden punya rentang waktu yang panjang untuk menuntaskan programnya. Bahkan, tidak disibukkan dengan urusan Pemilihan Presiden (Pilpres) setiap lima tahun sekali.
“Kalau itu gua setuju. Biar sakit hatinya lama,” singgung Denny.
Daripada ribut perpanjangan pemilu 2 tahun, mending jabatan Presiden dibikin 10 tahun aja sekalian. Jadi Presiden punya rentang waktu yang panjang untuk menuntaskan programnya dan gak disibukkan dgn urusan Pilpres setiap 5 tahun.
Kalo itu gua setuju. Biar sakit hatinya lama
— Denny siregar (@Dennysiregar7) March 7, 2022
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menegaskan, pemerintah tidak pernah membahas penundaan Pemilu 2024 maupun perpanjangan masa jabatan Presiden-Wakil Presiden.
“Sama sekali tidak pernah ada pembicaraan masalah penundaan Pemilu dan pembahasan masa jabatan tersebut,” tegas Mahfud dikutip pojokdepok.com – dari channel Youtube KemenPolhukam, Senin (7/3/2022).
Kata Mahfud, Presiden Jokowi dua kali memimpin rapat kabinet pada 14 September 2021 dan 27 September 2021 meminta kepadanya selaku Menkopolhukam, Mendagri Tito Karnavian dan Kepala BIN Budi Gunawan untuk memastikan Pemilu 2024 berjalan aman lancar.
“Tidak memboroskan anggaran, tidak terlalu lama masa kampanyenya dan juga tidak terlalu lama jaraknya antara pemungutan suara dan hari pelantikan pejabat pejabat hasil pemilu tahun 2024,” lanjutnya. []

