Dear Pak Jokowi, Sekarang Bukan Waktu Tepat untuk Reshuffle Kabinet

pojokdepok.com – Kepala Departemen Politik dan Perubahan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menilai manuver yang dilakukan oleh PAN dalam rangka mendukung wacana penundaan Pemilu 2024, memungkinkan hal tersebut menjadi pintu masuk PAN ke dalam koalisi.

Namun menurut Arya, hal itu terlalu berisiko bagi PAN. Sebab, stabilitas politik internal saat ini belum terjadi.

“Terlalu berisiko, kalau menurut saya nih ya, bagi pemerintah di internal koalisi untuk sekarang melakukan reshuffle. Karena stabilitas politik internal belum terjadi, risiko politik terlalu besar bagi pemerintah,” ucap Arya dalam diskusi Polster Club: Perpanjangan Masa Jabatan Menyisip Suksesi 2024 di Jakarta, Minggu (13/3/2022).

baca juga:

Ia juga menilai reshuffle kabinet dalam waktu dekat ini merupakan hal yang kurang tepat untuk dilakukan. Ia khawatir reshuffle kabinet akan memengaruhi konstelasi politik dan berisiko bagi pemerintah yang sedang memiliki agenda kerja domestik dan internasional.

Lebih lanjut, kata dia, masih banyak tugas dan kewajiban dari pemerintah yang harus diprioritaskan baik itu urusan domestik maupun internasional.

“Menurut saya sekarang bukan saat yang tepat, kenapa? Karena pemerintah punya banyak kerja kerja domestik dan internasional yang harus dilakukan secara matang,” ucapnya.

Oleh karenanya, saat ini bukan kondisi yang mendesak untuk melakukan hal tersebut. Meski begitu, ia juga menyampaikan terdapat beberapa kritik terhadap kinerja menteri yang masih kurang optimal.

Arya menyampaikan, pemerintah harus mengembalikan kepercayaan publik yang saat ini tergoyang oleh beberapa isu yang mencuat ke permukaan dan kontra terhadap masyarakat banyak.

“Belum juga pemerintah kedepan harus mendorong beberapa regulasi, misalnya dana IKN, revisi perlindungan data pribadi, begitu juga soal beberapa undang-undang omnibus law,” pungkasnya. []

Arya menjelaskan, adanya eksistensi dari koalisi pemerintah, penilaian masuk atau tidaknya PAN ke dalam koalisi tidak memengaruhi suara politik di dalamnya.

“Mau PAN masuk ataupun tidak masuk, dia sudah kuat secara politik, jadi tambahan dukungan secara politik kalau PAN masuk menurut saya tidak terlalu berarti bagi pemerintahan, karena hampir 75 persen itu sudah anggota koalisi,” paparnya.