pojokdepok.com -, Sejumlah gubernur tidak hadir dalam penyerahan tanah dan air di Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Saat nama gubernur yang dipanggil untuk serahkan tanah dan air, hanya terlihat dihadiri wakil gubernur masing-masing. Proses penyerahan tanah dan air untuk disatukan di dalam Gentong Nusantara diawali dengan menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’.
Presiden Jokowi didampingi Gubernur Kaltim Isran Noor kemudian berdiri di dekat bejana Nusantara. Satu per satu gubernur atau perwakilan provinsi menyerahkan tanah dan air ke Jokowi. Barulah kemudian Jokowi memasukkan tanah dan air itu ke bejana Nusantara.
baca juga:
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi yang pertama dipanggil untuk menyerahkan tanah dan air. Disusul kemudian Gubernur Aceh Nova Iriansyah.
Selanjutnya Provinsi Papua yang dipanggil untuk menyerahkan tanah dan air. Namun Lukas Enembe tidak hadir dan diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum di Setda Papua. Gubernur Banten Wahidin Halim juga tidak hadir. Dia diwakili Wagub Banten Andika Hazrumy.
Gubernur Bali I Wayan Koster juga tidak hadir dan diwakili Wagub Bali Tjok Oka Artha. Selain itu, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman diwakili Abdul Fatah. Gubernur lain yang tak hadir adalah Gubernur Gorontalo. Perwakilan yang hadir adalah Wagub Gorontalo Idris Rahim.
Gubernur Kalimantan Tengah juga tidak datang dan diwakili Wagub Edy Pratowo.
Dalam proses penyatuan tanah dan air, Presiden Jokowi mengatakan prosesi penyatuan tanah dan air yang dibawa oleh para gubernur dari 34 provinsi di lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim), merupakan bentuk kebinekaan dan persatuan dalam rangka pembangunan Ibu Kota Nusantara.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para gubernur. Ini merupakan bentuk dari kebinekaan dan persatuan yang kuat di antara kita dalam rangka membangun Ibu Kota Nusantara ini,” kata Presiden Jokowi dalam prosesi penyatuan tanah dan air Nusantara di Kawasan Titik Nol Kilometer IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kaltim, yang dipantau secara virtual dari Jakarta, Senin (14/3/2022).
Dalam prosesi tersebut, Presiden menerima tanah dan air dari 34 provinsi yang dibawa oleh masing-masing gubernur dari lokasi yang sesuai dengan kearifan lokal dan budaya wilayah.
Dengan penyatuan tanah dan air tersebut, Presiden menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai cita-cita besar bangsa segera dimulai.
“Kita berdoa semoga hidayah dan barokah dari Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran kita dalam membangun Ibu Kota Nusantara ini,” ujar Presiden. []

