pojokdepok.com -, Pendiri Pusat Orientasi Rusia Indonesia (Porin) Sunaryo N. Soenhadji menegaskan ada keterkaitan bahasa dengan budaya. Seseorang yang mempelajari kosakata dan gramatikal saja tidak cukup untuk memahami suatu budaya. Sedangkan seseorang yang mengetahui bahasa, maka besar kemungkinan dia akan mengetahui budaya.
Dewasa ini, faktor bahasa, menurut Sunaryo, sangat penting buat generasi muda. Karenanya itu dia sangat mengapresiasi adanya diskursus terkait peristiwa 1928 yang dijadikan sebagai dasar pijak IndoNarator. Agenda ini bisa memperkaya wacana di kalangan anak muda, sebab ada beberapa bagian sejarah yang mungkin belum mereka alami.
“Tapi dengan adanya wacana Indonesia 1928 ini akan memperkaya wacana kalangan anak muda,” kata Sunaryo di Talk Show bertajuk Indonesia 1928 yang digagas lembaga IndoNarator, Rabu (23/3/2022).
baca juga:
Di samping itu, sejarawan Anhar Gonggong menaruh harapan besar atas kehadiran IndoNarator sebagai lembaga yang bergerak di bidang riset kebijakan dan kajian publik. Menurutnya peranan ini senafas dengan apa yang dicita-citakan presiden Soekarno pasca kemerdekaan Indonesia.
Anhar menilai, kalau Indonesia 1928 itu dijadikan spirit dasar, maka membumikan pendidikan politik rakyat harus dilakoni. Sebab yang menjadi persoalan dewasa ini, katanya, pudarnya peranan organisasi politik, seperti partai, dalam menjalankan fungsi edukasi.
“Pertanyaan saya sekarang adakah partai mendidik rakyat. Kan itu persoalannya. Hal ini yang harus dipikirkan. Kalau bisa anda punya organisasi harus mendidik rakyat. Nah sekarang, pesan saya, IndoNarator tolong Didik rakyat sambil tetap mempertahankan integritas anda,” papar Anhar
Menurutnya fungsi edukasi ini bertujuan untuk memperbaiki mental ditengah kecenderungan perilaku korup di sebagian elite. Oleh karena itu, tegasnya, bagaimana pendidikan kita memberikan sistem tertentu yang bisa mengubah mentalnya.
Selanjutnya, Anhar juga mengingatkan kalau, orang-orang yang berjuang memerdekakan Indonesia adalah pemimpin yang mampu melampaui diri sendiri. Kontras dengan kondisi saat ini dimana rakyat terkesan diabaikan ketika politisi telah menang Pemilu.
“Apapun yang kalian katakan, kalau mental tidak berubah dalam pengertian baik, apa yang anda harapkan? Keruntuhan yang pasti akan terjadi,” tandasnya

