pojokdepok.com -, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri berencana akan mengembangkan program pendidikan politik cerdas dan berintegritas bagi partai politik (parpo) pada 2022.
“Yang kami akan sasar sebanyak 20 partai politik yang sudah terdaftar di KPU,” tutur Firli dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/3/2022).
Firli menjelaskan, kegiatan itu akan dibagi 21 gelombang. Gelombang pertama akan menghadirkan ketua umum partai, sekretaris jenderal partai hingga bendahara umum parpol.
baca juga:
“Selanjutnya 20 badgesnya akan dilaksanakan di masing-masing partai politik,” katanya.
Menurut Firli, KPK konsentrasi terhadap pendidikan politik cerdas dan berintegritas untuk menghasilkan para pemimpin bangsa, mulai dari desa, kabupaten, provinsi, hingga nasional.
“Partai politik juga memiliki andil besar dalam menyusun regulasi, apakah itu perda, perkada, atau pun UU,” tuturnya.
Selain itu, Firli menyampaikan capaian-capaian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) 2021 dari KPK. Dia mengklaim, realisasi PNBP dari KPK melampaui target hingga 244 persen.
“Berdasarkan data 2021, PNPB yang ditargetkan oleh KPK Rp 100,9 miliar. Realisasi tahun 2021 sebesar Rp 246,299 miliar. Maknanya adalah pendapatan negara bukan pajak dari KPK tahun 2021 sampai dengan 244 persen,” paparnya.
Kemudian, Firli menjelaskan tentang target PNPB KPK tahun ini yang sudah mencapai separuh lebih dari target.
“Semula tahun 2021 dengan target Rp 100,9 miliar, maka tahun 2022 target PNBP sebesar Rp 141,7 miliar. Dan kami laporkan pada forum terhormat ini, sampai dengan 24 Maret 2022 PNBP KPK telah mencapai Rp 91,967 miliar atau dari target 64,9 persen capaiannya,” urainya.
Firli mengaku enggan berpuas diri dengan hasil yang telah tercapai. “(KPK) terus akan meningkatkan PNBP dengan beberapa strategi optimalisasi penyelamatan uang negara, termasuk juga pendapatan negara dari beberapa sektor,” pungkasnya.[]

