Pojokdepok.com – Keterbatasan lahan dan sertifikasi aset tak menyurutkan langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk mengakselerasi program Koperasi Merah Putih (KMP).
Wali Kota Depok, Supian Suri, secara terbuka memohon kelonggaran aturan ke pemerintah pusat agar aset Pemkot yang belum bersertifikat bisa segera difungsikan untuk mendukung operasional KMP.
Permohonan tersebut disampaikan Supian
Suri saat membuka Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Rakor Monev) Koperasi Merah Putih Tahun 2026 di Aula Lantai 10 Gedung Dibaleka, Kompleks Balai Kota Depok, Rabu (28/10/26).
“Kami menyampaikan salam hormat kepada Bapak Menteri dan Pak Wakil Menteri, dengan harapan adanya kelonggaran aturan terkait penggunaan aset Pemkot Depok yang belum bersertifikat agar dapat dimanfaatkan untuk mendukung program Koperasi Merah Putih,” ujar Supian Suri seperti dikutip dari berita.depok.go.id.
Ia mengungkapkan, permasalahan lahan masih menjadi tantangan mendasar di Kota Depok.
Pasalnya, dari sekitar 9.000 total aset milik Pemkot sejak berpisah dari Kabupaten Bogor, baru sekitar 1.500 aset yang sudah resmi memiliki sertifikat.
Guna mengurai keterbatasan ini, Pemkot Depok terus bergandengan tangan dengan Kodim 0508/Depok untuk memetakan titik-titik lahan alternatif.
Kendati demikian, Supian Suri berpesan kepada seluruh pengurus koperasi dan jajaran kelurahan agar tidak patah semangat meski belum mengantongi gerai fisik yang megah.
Ia mendorong optimalisasi teknologi digital sebagai solusi jangka pendek untuk menggenjot penjualan produk.
“Di era digital seperti sekarang, penjualan secara online sudah dapat dilakukan tanpa harus menunggu tersedianya gerai fisik yang besar. Ini bisa jadi solusi konkret mengatasi keterbatasan ruang dan tempat usaha,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkot Depok telah menyiapkan alokasi anggaran khusus guna menopang keberlangsungan Koperasi Merah Putih.
Evaluasi berkala dalam bentuk rakor bulanan juga bakal rutin digelar untuk menyerap aspirasi, mengidentifikasi hambatan, dan merumuskan solusi bersama di lapangan.(*)

