pojokdepok.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, berdasarkan laporan kasus Covid-19, pembelajaran tatap muka (PTM) seharusnya belum digelar seiring dengan rendahnya vaksinasi Covid-19 terhadap pelajar usia 12-17 dan para guru.
Oleh karenanya, pemerintah perlu menjadikan laporan tersebut sebagai bahan untuk mengevaluasi kebijakan PTM, dan menggiatkan vaksinasi khususnya bagi tenaga pendidik dan pelajar usia 12-17 tahun. Terutama di daerah yang masih rendah cakupan vaksinasi Covid-19.
“Hal tersebut perlu dilakukan mengingat vaksinasi bagi pelajar dan tenaga pendidik menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan PTM,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (4/10/2021).
Selain itu, kata Bamsoet, pemerintah daerah perlu pendataan menyeluruh terhadap cakupan vaksinasi Covid-19 khusus pelajar dan tenaga pendidik. Hal ini supaya daerah yang cakupan vaksinnya masih rendah dapat lebih diprioritaskan dalam penyediaan stok vaksin guna percepatan vaksinasi.
Lebih lanjut ia juga mengingatkan terkait pentingnya komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan terhadap tenaga pendidik dan siswa/i dengan melakukan percepatan program vaksinasi Covid-19 bagi pelajar dan tenaga pendidik, terutama yang menggelar pembelajaran secara tatap muka di sekolah.
“Hal ini penting guna mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) khususnya bagi komponen pendidikan (pelajar dan tenaga pendidik),” kata dia.
Ia juga meminta pemerintah melalui Dinas Pendidikan untuk terus menyampaikan ataupun memberikan pemahaman terkait pentingnya vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat khususnya orang tua murid.
“Sebagai upaya pemerintah dalam mengajak orang tua untuk secara sadar mengajak anaknya untuk divaksin guna memberikan rasa aman dan nyaman ketika anak-anak mengikuti pembelajaran secara tatap muka,” pungkasnya. []

