pojokdepok.com -, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan bahwa partai Gerindra akan lebih mungataman kader untuk diusung di pilkada 2024 mendatang.
“Iya kurang lebih begitu (mengutamakan kader),” kata Dasco saat ditemui di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/2/2022).
Pernyataan itu disampaikan Dasco menyusul sikap Gerindra Jateng yang bertekad untuk tidak lagi mengusung non kader akibat memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan.
baca juga:
Dasco tak menanpik bahwa banyak permintaan dari DPD maupun DPC Gerindra untuk mengutaman kader.
“Ya memang banyak permintaan dari DPD atau DPC partai gerindra untuk kami dari partai Gerindra memang dalam Pilkada itu mengusung kader sendiri yang pada saat ini sudah kami tempa, sudah kami latih untuk kemudian ikut kontestasi pilkada,” kata Dasco
“Nah sehingga usulan dari DPD Jateng itu sebenarnya merupakan juga banyak usulan daerah-daerah di DPD Gerindra yang lain dan sebagai masukan akan dipeerhatikan oleh DPP partai gerindra,” katanya.
Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wachid, mengatakan bahwa pihaknya bakal mengusung kadernya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2024. Termasuk pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah di kabupaten/kota.
“Kader Gerindra harus bisa jadi kepala daerah, sudah banyak pilkada dan Gerindra mengusung (calon bukan kader). Setelah mereka berhasil, mereka tinggalkan Partai Gerindra,” kata Abdul Wachid dalam keterangan persnya, Minggu (6/2/2022).
Dia mengungkapkan, saat ini Partai Gerindra sedang memetakan siapa tokoh yang diusung, dan merancang strategi agar bisa mengusung sendiri calonnya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Dua strategi yang dijalankan, ujar dia, adalah memenangkan Pileg 2024 yang akan berlangsung pada Februari 2024. Sehingga jumlah suara pada pileg atau jumlah kursi di DPRD akan menjadi kunci bagi Gerindra untuk bisa mengusung kadernya sendiri atau harus berkoalisi pada pilkada yang digelar November 2024.
Partai Gerindra saat ini, kata Wachid, juga memetakan potensi kader yang dimiliki saat ini, kemudian memperkuat struktur partai hingga paling bawah, memperkuat dan menggerakkan ormas sayap.[]

