HNW Sorot Putusan Muhammadiyah Soal Indonesia Sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah

pojokdepok.com -, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengapresiasi prinsip Indonesia sebagai darul ahdi wa syahadah yang diputuskan Muhammadiyah sejak Muktamar ke-47 pada 2015.

Karena itu, HNW mengingatkan,umat Islam perlu pemahaman mendalam dalam melihat relasi negara dan agama.

HNW menyatakan bahwa prinsip Indonesia sebagai negara Pancasila yang darul ahdi wa syahadah, diharapkan menjadi pegangan dalam melanjutkan kiprah mensejarah untuk mengisi kemerdekaan. Juga meluruskan berbagai penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.

“Seperti pemberontakan PKI, DI/TII, pemerasan Pancasila menjadi Eka Sila dan Trisila dalam RUU HIP.  Dan pengkaburan Kamus Sejarah Indonesia yang banyak memasukan tokoh Komunis dan menghilangkan peran tokoh Islam pada fase pembentukan Negara Indonesia Merdeka beberapa waktu lalu,” ungkap HNW, Senin (1/11/2021).

Dia menyebut, prinsip darul ahdi wa syahadah ini sejalan dengan prinsip-prinsip yang disepakati Bapak dan Ibu Bangsa untuk menghadirkan Pancasila sebagai dasar dan  ideologi negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, yaitu 4 pilar MPR RI.

“Dengan demikian dapat dijadikan panduan melanjutkan peran kesaksian dan kesepakatan, sekaligus meluruskan penyimpangan dari kiblat bangsa yang telah disepakati oleh para pendiri bangsa. Baik dari nasionalis keagamaan dan nasionalis kebangsaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, HNW menjelaskan, darul ahdi atau ‘negara kesepakatan’, berarti bahwa kehadiran Indonesia dan segala dasarnya merupakan hasil dari suatu konsensus atau kesepakatan nasional. Indonesia berdiri karena seluruh kemajemukan bangsa, golongan, daerah, kekuatan politik yang bersepakat untuk mendirikan Indonesia.

Sedangkan, darul syahadah atau kesaksian, adalah negara tempat kita semua mengisi. Artinya, setelah Indonesia merdeka atas kesepakatan atau konsensus nasional, maka seluruh elemen bangsa harus mengisi bangsa ini menjadi negara maju, makmur, adil bermartabat sesuai dengan Pancasila dan tujuan bernegara dalam UUD NRI 1945.  

Para tokoh Muhammadiyah seperti KH Mas Mansoer, KH Kahar Muzakkir dan Ki Bagus Hadi Kusumo, Mr Kasman Singodimejo kata HNW bersama tokoh Ormas Islam dan Orpol Islam lainnya telah berjuang meyakinkan para tokoh bangsa lainnya bahwa peran agama sangat penting bagi Indonesia merdeka.

“Itu disampaikan dan terekam diberbagai rapat penting dalam mendirikan Indonesia, seperti dalam Panitia Sembilan, BPUPK, dan PPKI,”  pungkasnya.[]