pojokdepok.com -, Wacana penundaan Pemilu 2024 rupanya tidak hanya diperbincangkan elite di Jakarta. Buktinya, petani tambak bandeng dan udang di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo ikut menyoroti.
“Pemilu untuk siapa? Kami butuh makan, bukan Pemilu,” demikian bunyi tulisan dalam spanduk yang dibentangkan para petani, seperti nampak pada foto di atas.
Perwakilan petani Sugeng Ashari (44) mengatakan, pihaknya sengaja menyuarakan hal tersebut lantaran kesal dengan perilaku elite yang seolah menutup mata dengan kondisi ekonomi masyarakat. Padahal selama pandemi pendapatan mereka anjlok hingga 50 persen.
baca juga:
“Sekarang permintaan ikan mulai naik, tapi belum normal seperti dulu,” kata Sugeng dalam keterangannya kepada media, Senin (21/3/2022).
Dia menuturkan, sejak pandemi tidak ada satu pun partai politik yang memberikan perhatian serius terhadap nasib mereka. Sekalipun ada yang datang, hal itu hanya dalam rangka kunjungan biasa.
“Ramainya pas pemilihan, minta dukungan. Lha, ini belum apa-apa sudah mau Pemilu lagi,” ujarnya.
Menurut Ashari, masyarakat tidak anti terhadap Pemilu. Namun akan lebih baik jika saat ini elit politik mencari solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat.
“Kalau cuma datang minta dukungan, setelah itu pergi buat apa Pemilu,” tegas Ashari.
Dalam kesempatan yang sama disampaikan Suwanto (46). Pemilu yang identik dengan urusan dukung-mendukung dianggap bukanlah solusi atas permasalahan yang ada. Masyarakat juga tidak akan dirugikan dengan penundaan Pemilu.
“Tidak ada ruginya, wong cuma begitu, dijanji-janji, suruh nyoblos, habis itu tak ada kabar,” ungkapnya.
Sebaliknya, ia menilai masyarakat justru dirugikan jika Pemilu dilaksanakan di tengah kondisi pandemi. Pasalnya, elit politik akan fokus berkampanye untuk meraih dukungan masyarakat.
“Di mana-mana yang diomongin politik. Belum lagi pendukungnya, masih-masing punya jago,” tuturnya.
Yang lebih penting lagi, tambah Suwanto, Pemilu dapat membelah masyarakat ke dalam kubu tertentu sehingga suasana harmonis yang sangat diperlukan dalam mengatasi pandemi bisa terganggu.
“Jangan sampai terjadi lah,” tandasnya.[]

