pojokdepok.com -, Kelangkaan sejumlah komoditas pangan seperti minyak goreng dikhawatirkan akan membuat situasi politik nasional panas dingin, terutama pada Juni mendatang seiring dengan dimulainya tahapan Pemilu 2024.
Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, Kemendagri, Imran dalam acara rapat koordinasi (Rakor) Antar Pemangku Kepentingan Pusat dan Daerah secara virtuali, Selasa (22/3/2022).
Dia mengatakan, tanpa disadari, masalah ketahanan ekonomi saat ini akan berpengaruh dengan situasi politik yang ada. Dia mengatakan, pemerintah tidak menginginkan isu terkait dengan ekonomi ini masuk ke ranah politik dan menjadi bibit baru ketegangan politik di Tanah Air.
baca juga:
“Yang kita tahu bulan Juni itu sudah memasuki kalau orang demam itu, sudah mulai suam gitu badannya, yang panas dingin gitu, ya,” katanya.
Dia menyatakan, pemerintah tak ingin isu kelangkaan minyak goreng dan komoditas lain itu justru menjadi senjata politik untuk menyerang orang atau partai politik tertentu. Terutama pada tahapan pendaftaran partai politik pada Juni mendatang sebagai bagian dari tahapan penyelenggaraan Pemilu.
“Kita tidak ingin iklim ini terbawa karena apa sangat sangat rawan, rawan terkait isu, apakah isu terkait perorangan, apakah itu terkait partai politik. Kita tidak tidak ingin itu terjadi pada tahap awal tahapan penyelenggaraan pemilu,” ujarnya.
Dia ingin potensi naiknya tensi politik itu diantisipasi. “Nah ini tentunya harus kita antisipasi mulai dari sekarang hal-hal yang kira-kira mengganggu, hal-hal yang kira-kira rawan terkait dengan setiap tahapan penyelenggaraan pemilu maupun Pilkada serentak tahun 2024 harus mulai kita atasi dari sekarang,” katanya.[]