Kementerian BUMN Ungkap Potensi Keuangan Syariah di Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia РKementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melihat adanya potensi besar dari layanan keuangan syariah di Indonesia. Hal ini mengingat Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di Dunia.

Melihat hal itu, Deputi Bidang SDM, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata menghimbau agar Bank Syariah Indonesia (BSI) tidak menyia-nyiakan potensi tersebut. Sehingga kata dia, BSI bisa memiliki ruang untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan.

“Dan ternyata dari awal nasabah 13 juta sekarang menjadi 19 juta. Tadi yang disampaikan Dirut BSI, ada 4 matrix di mana masyarakat kita memang maunya hanya syariah. Artinya captive market itu ada, sebesar 21%,” ungkap dia dalam Awarding Program Talenta Wirausaha BSI dan Aceh Muslimpreneur, Kamis (12/10/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan fakta itu, lanjut Tedi, masyarakat ke depan akan dengan sendirinya memilih layanan keuangan berbasis syariah yang ditawarkan BSI.

“BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia ini luar biasa potensinya. Jangan sampai disia-siakan. Kinerja BSI terus tumbuh ini sesuai dengan proyeksi untuk 2023. Sama juga apa yang saya sampaikan di BUMN lain. Salah satu kuncinya itu disiplin,” ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BSI Hery Gunardi menjelaskan bahwa Indonesia menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar dibandingkan negara lain, seperti Turki dan Pakistan. Artinya hal ini menjadi potensi bagi layanan perbankan syariah.

BSI pun sebagai pemain di perbankan syariah terus berbenah memperbaiki produk dan layanan agar bisa menangkap potensi pangsa pasar tersebut.

“Tapi di sisi lain kita lihat bahwa pertumbuhan pengusaha muslim dan perkembangan perbankan dan keuangan syariah di Indonesia masih kalah dibandingkan negara tetangga kita,” tambah Hery.

[Gambas:Video CNBC]

(dpu/dpu)