pojokdepok.com -, Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI, Siti Fauziah mengharapkan netizen dapat lebih bijak bermedia sosial dengan tetap menjaga Bhinneka Tunggal Ika.
Hal tersebut disampaikan dalam acara diskusi bersama netizen dengan tema “The Power of Bhinneka Tunggal Ika, Bijak Bermedia Sosial dalam Mewujudkan Karakter Bangsa,” di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/9/2021).
Fauziah menilai, bermedia sosial bisa berdampak luas. Maka dari itu, dia meminta agar netizen agar memperhatikan soal Bhinneka Tunggal Ika.
“Indonesia sangat beragam dilihat dari suku, bangsa, bahasa, agama, warna kulit. Dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika, netizen bermedia sosial untuk menyatukan bangsa. Dengan merekatkan seluruh keragaman yang ada,” ujarnya .
Menurut Siti Fauziah, nilai Bhinneka Tunggal Ika sebenarnya sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan di masyarakat, berbagai macam suku bangsa, agama, bahasa, bisa hidup secara berdampingan.
“Nilai-nilai bhinneka tunggal itu perlu diinternalisasikan lagi secara lebih komprehensif,” tuturnya.
Semangat Bhinneka Tunggal Ika, lanjut Fauziah, sudah ada sejak dahulu sebelum Indonesia merdeka. Para pendahulu bangsa menyadari bahwa Indonesia yang terdiri dari beragam suku bangsa, agama, dan bahasa, harus dibangun bersama-sama.
“Semangat itulah yang membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bersatu,” tandasnya.
Dalam konteks bijak bermedia sosial, Fauziah mengungkapkan generasi saat ini yaitu generasi milenial dan generasi Z adalah generasi yang sudah akrab dengan media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube. Namun, pemanfaatan media sosial harus dilakukan dengan bijak. Sebab, media sosial sudah tanpa batas. Media sosial bisa diakses seluruh Indonesia bahkan luar negeri.

