pojokdepok.com -, Elektabilitas atau tingkat keterpilihan Airlangga Hartarto menduduki peringkat teratas bila pemilihan presiden (pilpres) dilakukan saat ini.
Baik pertanyaan terbuka atau tertutup, elektabilitas Airlangga mengungguli sejumlah nama capres populer lainnya seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.
Hal itu terekam dari hasil survei Lembaga Penelitian Masyarakat (LPM) Milenium. Survei dilakukan pada 19-31 Maret 2022.
baca juga:
“Pilihan capres dalam pertanyaan terbuka dalam survei ini, yakni siapa tokoh yang ada dipikiran responden? Hasilnya, Airlangga Hartarto memiliki elektabilitas 18,3 persen,” kata Koordinator Penelitian LPM Milenium Alamsyah Wijaya, Senin (4/4/2022).
Di bawah Airlangga terdapat nama Prabowo Subianto. Hasil survei LPM Milenium memotret elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra itu 16,5%.
Kemudian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 14,1%, Ketua DPR Puan Maharani 5,1%.
Di urutan berikutnya Kepala KSP Moeldoko dengan 4,7%, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman 4,6%, Gubernur DKI Anies Baswedan 3,5%, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 3,4% dan Agus Yudhoyono dengan elektabilitas 3,3%.
Lalu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dengan 3,2%, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno 1,3%, Menteri BUMN Erick Thohir 1,1%. Adapun responden yang tidak menjawab 21,1%.
Saat responden diberikan pertanyaan tertutup soal 17 nama tokoh potensial capres 2024. hasilnya tidak jauh berbeda. Airlangga yang juga menjabat Menko Perekonomian unggul dari Prabowo termasuk Puan Maharani.
“Jika pemilihan presiden diadakan hari ini, Airlangga Hartarto unggul dengan keterpilihan 21,7 persen, di atas Prabowo yang 17,6 persen, Ganjar 16,4 persen, Puan Maharani 5,1 persen, dan Moeldoko 4,7 persen,” demikian kata Alamsyah Wijaya.
Surveinya LPM Milenium yang dilakukan pada 19-31 Maret 2022 ini dengan melibatkan 2.200 responden yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki hak pilih pada Pemilu.
Responden tersebar di 430 kabupaten kota di Indonesia, margin of error plus minus 2,12 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.[]