pojokdepok.com -, Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera angkat bicara mengenai adanya temuan kecurangan dalam proses seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) seperti yang diungkapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Menurut Mardani, apabila memang terjadi kecurangan, maka itu dapat dikatakan bencana dalam proses rekrutmen. Sebab, adanya kecurangan itu dapat merusak sistem yang telah dibangun selama ini dalam proses rekrutmen CASN. Padahal seleksi CASN dilakukan secara ketat untuk menghasilkan ASN yang berkualitas.
“Ini bencana jika benar terjadi karena merusak sistem yang sudah dibangun dan tidak menghasilkan ASN berkualitas,” kata Mardani dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (29/10/2021).
Mardani meminta pihak terkait untuk melakukan investigasi mengenai temuan ini. Selain itu, dia juga meminta ada pihak yang bertanggung jawab atas masih adanya kecurangan dalam proses rekrutmen ASN.
Permasalahan ini, kata Mardani, akan didalami lagi pada saat rapat Komisi II DPR RI dengan BKN setelah masa reses selesai.
“Mesti ada investigasi dan ada yang bertanggung jawab. BKN pun harus segera ambil inisiatif investigasi. Insya Allah kami akan bawa dalam RDP dengan BKN di Komisi II,” ujarnya.
Sebagai informasi, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkapkan masih adanya peserta yang curang dalam seleksi Calon Aparatur Sipil Negara pada 2021, baik CPNS maupun PPPK. BKN pun menyayangkan adanya upaya indikasi kecurangan tersebut yang terdeteksi di Titik Lokasi (Tilok) Mandiri Instansi Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Menindaklanjuti hal tersebut, BKN berkolaborasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Badan Siber dan Sandi Negara. Selain itu juga didukung penuh oleh Panitia Seleksi Nasional pengadaan CASN Tahun 2021 untuk melakukan penyelidikan atas dugaan kecurangan tersebut.
Dari hasil penyelidikan, BKN bersama BSSN menemukan adanya indikasi kecurangan pada pelaksanaan SKD CASN di Tilok Mandiri Instansi Pemerintah Kabupaten Buol. []

