pojokdepok.com -, Sebagai partai pendukung pemerintah, Partai Nasdem turut senang dengan tingginya kepuasaan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo. Akan tetapi, Nasdem berharap kepuasaan publik tersebut tidak dimanipulasi sebagai keinginan publik untuk menunda pemilu 2024 atau memperpanjang masa jabatan presiden.
“Jadi dari sisi kepuasan, tentu kita apresiasi dan kita bangga. Tapi di sisi lain jangan dimanipulasi seakan-akan kepuasan publik berbanding lurus dengan kehendak yang puas ini ingin penundaan,” kata politisi Nasdem, Saan Mustopa, saat menjadi penanggap dalam acara rilisi survei Lembaga Survei Indonesia yang digelar secara virtual, Rabu (3/3/2022).
Sekretaris Fraksi Nasdem DPR RI itu menyebut bahwa sesuai hasil survei, dengan berbagai alasan, publik terap menginginkan pemilu digelar tepat waktu.
baca juga:
“Dari semua alasan, itu semua mereka mayoritas ingin tetap dilakukan pemilu 2024. Apalagi pemerintah, DPR, juga penyelenggara sudah menetapkan waktu pelaksanaan pemilu pada 14 Februari,” kata Saan.
Saan mengatakan bahwa penetapan tanggal pemilu sebenarnya sudah mengakhiri spekulasi publik. Akan tetapi, dengan munculnya gagasan penundaan pemilu baru-baru ini, justru kembali membuat gaduh suasana politik.
“Tapi sekarang muncul kembali dan ini tentu membuat gaduh suasana politik di tengah sebenarnya pemerintah harus fokus terhadap penanganan persoalan yang hari ini sedang menerpa masyarakat kita,” kata Saan.
Dalam kesempatan tersebut, Saan menyampaikan bahwa pada tanggal 11 November 2021 di pidato ulang tahun Nasdem, Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh telah secara gamblang menyampaikan sikap partai terkait soal ketaatan dan kesetiaan terhadap konstitusi.
“Bahwa konstitusi memang mengharuskan bukan hanya pemilunya berlangsung secara periodik 5 tahunan sekali, tapi juga memang menekanankan masa jabatan yang cuma 2 periode. Dan Pak Surya menyampaikan bahwa meskipun mengapresiasi Pak Jokowi dengan segala kehebatannya, tapi konstitusi membatasi,” ungkap Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh telah menyatakan bahwa pihaknya menolak usulan penundaan pemilihan umum (Pemilu) yang sejatinya digelar pada 2024. Surya Paloh menyebutkan, kepentingan nasional jauh di atas urusan lainnya. Ia pun meyakini Indonesia sanggup melaksanakan Pemilu tepat pada waktunya
“Kalau masalah penundaan (Pemilu) jangan tertunda. Kita bangsa yang besar, melahirkan pemikiran-pemikiran besar, dan kita memiliki pemimpin besar. Nasdem harus menempatkan posisinya seperti itu. Kepentingan nasional lebih hebat,” ujar Surya Paloh di Surabaya, Senin (28/2/2022).
Ia mengatakan, sepanjang segalanya berjalan baik, tidak ada alasan untuk menunda penyelenggaraan Pemilu. []

