Pojokdepok.com – Pemerintah Kota Depok mulai mengeksekusi langkah konkret untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Sawangan. Salah satu proyek prioritas yang digarap adalah pelebaran jalan dengan total alokasi anggaran mencapai Rp100 miliar.
Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan, proses pembebasan lahan di sepanjang ruas Jalan Enggram hingga Jalan Pemuda telah rampung hingga akhir 2025. Ruas tersebut direncanakan beralih fungsi dari jalan lingkungan menjadi jalan utama penyangga arus kendaraan dari dan menuju pusat kota.
“Jalan Enggram sampai Pemuda itu sudah kita bebaskan kurang lebih Rp40 miliar. Kemarin masih ada tiga bidang yang belum bersedia, tapi Alhamdulillah sekarang sudah berkenan dengan pembebasan lahan yang kita lakukan,” tuturnya belum lama ini.
Memasuki 2026, Pemkot Depok mulai mengeksekusi pembangunan fisik dengan dukungan APBD sebesar Rp40 miliar. Pelebaran jalan ini juga disertai dengan pengaturan lalu lintas satu arah untuk meningkatkan kelancaran kendaraan.
“Konsepnya nanti dari Parung Bingung menuju Sekolah Yapan itu satu arah. Sementara dari arah Sawangan menuju pusat kota, dekat Rumah Makan Tirta Rasa, kendaraan akan belok ke kiri. Dengan begitu, alur kendaraan relatif akan lebih lancar,” jelas Supian Suri.
Selain ruas Enggram–Pemuda, perhatian juga difokuskan pada Simpang Parung Bingung yang selama ini menjadi titik kemacetan kronis. Pemkot Depok menyiapkan anggaran tambahan untuk pembebasan lahan di sisi kiri simpang tersebut.
“Kurang lebih Rp60 miliar kita alokasikan memperlebar sisi kiri jalan di area belokan menuju Sawangan, supaya pergerakan kendaraan jadi lebih mudah,” ujarnya.
Penataan infrastruktur juga mencakup pembangunan jembatan di bawah ruas Jalan Parung Bingung yang akan dibuat menjadi dua lajur, menyesuaikan dengan pelebaran jalan di sekitarnya.
“Fokus kita tahun ini memang pada pelebaran Jalan Raya Sawangan, Jalan Enggram, dan Jalan Pemuda,” tandas Supian Suri.

