Politisi PKB Kritik Keras Rencana KPU Sederhanakan Surat Suara Pemilu 2024

pojokdepok.com -, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKB Lukman Hakim mengkritik rencana KPU menyederhanakan surat suara demi menghemat anggaran Pemilu 2024.

Lukman ingin penyelenggaran Pemilu 2024 harus berkualitas. Sebab, pemilu merupakan agenda terpenting kedua, setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. 

“Pelaksanaan pemilu berkualitas periodik sesuai Konstitusi untuk rakyat gunakan kekuasaannya adalah pembeda penting antara Indonesia Merdeka dengan Indonesia terjajah,” tulis Lukman sebagaimana dikutip pojokdepok.com – dari akun Twitter pribadinya @LuqmanBeeNKRI, Rabu (23/3/2022). 

baca juga:

Selain itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu memprediksi penghematan anggaran dengan menyederhanakan surat suara akan membingungkan masyarakat. Sebab, pelaksanaan Pemilu 2024 dengan menggunakan lima kertas suara saja membuat rakyat kesulitan dalam memilih, apalagi kalau disederhanakan.

Ketimbang menyederhanakan surat suara, Lukman menyarankan KPU memangkas anggaran Pemilu 2024 dengan menghapus alokasi anggaran desain ulang surat suara, simulasi dan sosialisasi.

Sebagai informasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara dengan desain surat suara dan formulir yang disederhanakan untuk penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Ketua KPU RI Ilham Saputra mengatakan, rencananya surat suara akan disederhanakan menjadi dua atau tiga surat suara. Artinya, jumlah surat suara ini lebih sedikit dibandingkan pada Pemilu 2019 yang menggunakan lima surat suara.

Surat suara pertama terdiri atas peserta Pemilu calon Presiden-calon Wakil Presiden dan calon Anggota DPR RI.

Surat suara kedua berisi peserta Anggota DPD RI. Sedangkan surat suara ketiga terdiri atas peserta Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

“Nah ini jadi upayakan agar kemudian masyarakat dimudahkan dalam proses pemilihan dan pemungutan suara nanti,” ujar Ketua KPU RI Ilham Saputra, di Gedung KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/3/2022).

“Kemudian proses perhitungannya lebih simpel dan sederhana,” sambungnya.

Ilham menegaskan, penyederhanaan ini masih merupakan uji coba dari hasil riset yang sudah dilakukan. Dalam simulasi ini, para pemilih pun akan dimintakan pendapat dan pandangannya terkait model surat suara mana yang lebih disukai.[]