pojokdepok.com –, Indikator Politik Indonesia merilis survei elektabilitas tokoh potensial calon presiden 2024. Dari 33 nama simulasi calon, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto memperoleh elektabilitas tertinggi disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
“Kalau menurut publik, berdasarkan simulasi 33 nama ini, memang tidak ada calon yang dominan. Bahkan Pak Prabowo unggul namun keunggulannya tidak signifikan dibanding Ganjar Pranowo. Beliau hanya dapat 21,9 persen, Ganjar 19,8 persen,” kata Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi, Minggu (3/4/2022).
Keunggulan elektabilitas Prabowo tidak signifikan dari Ganjar lantaran margin of error survei plus minus 2,9%.
baca juga:
Survei digelar 11-21 Februari 2022, total responden survei tersebut berjumlah 1.200 orang dari seluruh provinsi di Indonesia secara proporsional.
Proses wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan metode stratified multistage random sampling, adapun margin of error survei ini plus minus 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sebut Burhanuddin, juga cukup kompetitif yakni 16,4% atau menempati urutan tiga.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyusul di posisi berikutnya dengan elektabilitas 5,4%, beda tipis dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 5,3%. Kemudian Sandiaga Uno 4%, Khofifah Indar Parawansa 2,1%, Tri Rismaharini 1,7%, Susi Pudjiastuti 1,3%, KH Maruf Amin 1,3%, dan Erick Thohir 1,2%.
“Itu nama-nama yang elektabilitasnya di atas 1 persen. Selain nama-nama itu di bawah 1 peren,” sebut Burhanuddin.
Di antaranya Puan Maharani dengan elektabilitas 0,8%, Gatot Nurmantyo, Hary Tanoesoedibjo, dan Sri Mulyani 0,7%.
Sementara pada simulasi 19 nama yang diambil dari 33 nama yang dianggap lebih punya kans selisih elektabilitas Prabowo dengan Ganjar juga tipis, masing-masing 22,4% dan 21,6%. Sementara Anies 17% disusul Ridwan Kamil 6,1%, AHY 5,1%, Sandi 4,7%, dan nama-nama berikutnya.
Pada simulasi 7 nama, Ganjar dan Prabowo imbang. Bahkan Ganjar meraih 27,6% atau unggul tipis 0,2 di atas Prabowo 27,4%. Jika beberapa nama dikeluarkan, dukungannya cenderung ke Ganjar Pranowo, dan beberapa nama yang lain. Ada Erick naik dari 1,3% jadi 2,4%, Puan juga naik dari 0,8% jadi 1,8%.
“Poin saya di sini, nama-nama yang lain dalam simulasi tujuh nama cenderung naik, kecuali Pak Prabowo, ketika nama-nama sebelumnya di-take out dari simulasi,” demikian kata Burhanuddin Muhtadi.[]

