pojokdepok.com – Ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan dan fakultas, dengan menggunakan baju batik, terlihat antre untuk membubuhkan tanda tangan kehadiran. Kehadiran mereka di Auditorium, Gedung Conefo, Universitas Mahendradatta, Kota Denpasar, Bali, 1 November 2021, untuk mengikuti ‘Sarasehan Kehumasan MPR Tahun 2021, Menyapa Sahabat Kebangsaan’.
Di awal sambutan, Anggota MPR RI dari Kelompok DPD, SHRI I Gusti Arya Wedakarna MWS III mengucapkan selamat datang kepada Tim Setjen MPR. Menurutnya, kehadiran MPR di Pulau Dewata membawa banyak berkah dan harapan.
“Ini merupakan kedua kalinya MPR hadir di Universitas Mahendradatta. Beberapa waktu lalu, Perpustakaan MPR hadir di kampus ini untuk menggelar Pustaka Akademik,” jelasnya dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Rabu (3/11/2021).
MPR RI hadir di Universitas Mahendradatta menurut Arya Wedakarna merupakan bukti realisasi MoU dan MoA yang telah disepakati bersama. Dengan hadirnya kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh MPR akan memberi pengaruh positif bagi civitas akademika Universitas Mahendradatta.
Kehadiran MPR di Universitas Mahendradatta disebut sangat istimewa sebab jarang ada perguruan tinggi di Bali kerap didatangi oleh lembaga negara ini. “Kegiatan-kegiatan yang dilakukan MPR memperkaya wawasan dan pengetahuan bagi civitas akademika,” ungkapnya.
Acara ‘Menyapa Sahabat Kebangsaan’ disebut oleh Arya Wedakarna sangat penting sebab saat ini rasa persatuan dan kesatuan masyarakat mulai pudar sehingga perlu disentuh dengan nilai-nilai itu.
Maraknya berita hoaks disebut sebagai salah satu factor disintegrasi bangsa untuk itu dirinya mendukung ajakan MPR untuk bijak dalam bermedia sosial. Berbagai media sosial dan elektrik yang dikelola oleh MPR, baik itu Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, web, serta Buku Digital MPR diharap mampu menjadi sarana untuk membangun karakter bangsa.
“Masyarakat saat ini tidak bisa lepas dari media sosial dan digital,” paparnya.
Untuk itu, ia merasa senang kegiatan ini digelar di perguruan tinggi yang pernah dipimpinnya. Mengingatkan kembali nilai-nilai kebangsaan.

