Sekjen PDIP Usul Pemilu 2024 Terapkan Sistem Proporsional Tertutup

pojokdepok.com -, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, tingginya biaya politik dan pemilihan umum (Pemilu) terjadi akibat penerapan sistem proporsional terbuka. Karenanya, dia mengusulkan, agar sistem proporsional tertutup dapat diterapkan pada Pemilu 2024 mendatang. 

Adapun sistem proporsional tertutup adalah satu sistem di mana pemilih hanya dapat memilih partai politik secara keseluruhan dan tidak dapat memilih calon legislatif. Dalam sistem ini, kandidat atau calon legislatif dipersiapkan langsung oleh partai politik. 

“Demi kepentingan bangsa dan negara, sistem ini dapat diubah menjadi proporsional tertutup. Ini lebih penting sebagai insentif bagi kaderisasi partai,” ujar Hasto lewat keterangan tertulisnya, Senin (28/2/2022). 

baca juga:

Ia menjelaskan bahwa sistem proporsional tertutup sebelumnya sudah pernah diterapkan dalam Pemilu 2004. Saat itu, pemilihan legislatif hingga pemilihan presiden disebutnya hanya memakan biaya sebesar sekira Rp3,7 triliun. 

“Belajar dari Pemilu 2004 dengan Pemilu Legislatif, Pilpres I, dan Pilpres II biaya hanya kurang lebih Rp3,7 triliun,” ujar Hasto. 

Adapun saat ini, rakyat sebaiknya tak dipusingkan dengan usulan penundaan Pemilu 2024 yang digulirkan sejumlah partai politik. Pasalnya, saat ini rakyat tengah disibukkan dengan kenaikan harga minyak goreng dan kedelai. 

Bagi PDI Perjuangan, kata Hasto, prioritas praktik kekuasaan saat ini adalah bersama rakyat mengatasi berbagai dampak pandemi. Serta, bagaimana pemerintah fokus mengatasi kelangkaan minyak goreng, kenaikan harga kedelai yang berdampak pada industri rakyat tahu-tempe dan berbagai masalah penting lainnya daripada berimajinasi tentang penundaan Pemilu. 

Menurutnya, tingginya harga kebutuhan pokok menunjukkan kapitalisme masih bekerja dalam perekonomian Indonesia. Padahal, urusan rakyat lebih penting, ketimbang penundaan Pemilu 2024 yang sebelumnya sudah disepakati untuk dilaksanakan pada 14 Februari 2024. 

“Meskipun Presiden Jokowi telah bekerja keras mendorong struktur ekonomi yang lebih berkeadilan. Urusan rakyat ini jauh lebih penting ditangani daripada menunda Pemilu,” ujar Hasto.