pojokdepok.com -, Anggota DPR RI Fraksi PKS Tifatul Sembiring menilai usulan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar agar Pemilihan Umum (Pemilu 2024) ditunda, melanggar konstitusi.
“Pelanggaran terhadap konstitusi, akan berat menanggung konsekuensi,” ungkap Tifatul dikutip dari akun Twitter-nya @tifsembiring, Sabtu (26/2/2022).
Tifatul mengatakan, persoalan ini juga sempat diprotes saat masa reformasi. Untuk itu, dia berharap, kejadian pengucuran darah kembali terjadi.
baca juga:
“Hentikan kegenitan politisi-politisi ini. Dulu 1998, hal ini yang diprotes saat reformasi. Jangan sampai darah kembali mengucur di bumi pertiwi,” pungkasnya.
Pelanggaran thd Konstitusi, akan berat menanggung konsekwensi. Hentikan kegenitan politisi2 ini. Dulu 1998, hal ini yg diprotes saat reformasi. Jangan sampai darah kembali mengucur di bumi pertiwi…????
*MikirKokMalahKetawa/ihttps://t.co/9wI3G3R1ax
— Tifatul Sembiring (@tifsembiring) February 26, 2022
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa dirinya akan menyampaikan ke Presiden Joko Widodo terkait usulannya agar Pemilu 2024 ditunda.
Selain menyampaikan usulan tersebut kepada Jokowi, ia juga mengaku akan menyampaikan usulan tersebut kepada para pimpinan partai. Dia berharap usulannya diterima.
“Moga-moga usulan saya nanti, saya sampaikan ke teman-teman pimpinan-pimpinan partai, saya usulkan ke Pak Presiden,” kata dia kepada wartawan di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (23/2/2022).
Wakil Ketua DPR itu mengaku khawatir, pelaksanaan Pemilu akan mengganggu tren kenaikan ekonomi yang baru dimulai sejak 2021 lalu. Oleh karena itu, ia ingin agar tren itu tetap terjaga dan tak terganggu.
“Ditunda satu atau dua tahun agar momentum perbaikan ekonomi ini tidak hilang dan kemudian tidak terjadi Freeze untuk mengganti stagnasi selama 2 tahun masa pandemi,” katanya.
Usulan Muhaimin agar Pemilu 2024 ditunda dengan alasan bahwa pelaku ekonomi biasanya akan stagnan menjelang atau selama pelaksanaan Pemilu. []

