Survei SMRC Terbaru, Mayoritas Publik Tolak 3 Alasan Penundaan Pemilu

pojokdepok.com -, Direktur Riset Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Deni Irvani merilis hasil survei terbaru perihal sikap publik terhadap wacana penundaan pemilu dari 2024 ke 2027 yang terbagi dalam tiga alasan. 

Alasan pertama, Deni mengungkapkan bahwa 78,9% masyarakat menolak gagasan penundaan pemilu, sementara hanya 11,9% yang mendukung wacana penundaan pemilu tersebut dengan alasan pandemi Covid-19. 

Kemudian 9,2% masyarakat tidak mengambil sikap dalam gagasan tersebut. 

baca juga:

“Sebelumnya pada September 2021 kita juga menanyakan pertanyaan yang sama dan hasilnya itu konsisten. Jadi mayoritas publik mendukung ide menolak ide untuk memundurkan pelaksanaan pemilu,” kata Deni dikutip oleh AKURAT. CO dari tayangan YouTube SMRC TV, pada Jumat (1/4/2022). 

Dalam alasan kedua usulan penundaan pemilu yaitu keadaan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang belum stabil menunjukkan angka sebanyak 79,8% responden menolak wacana tersebut. 

Namun, responden yang menyatakan setuju sebanyak 11,4% serta 8,8% yang tidak  tahu dan tidak mengambil sikap. 

Di samping itu, alasan ketiga dalam usulan penundaan pemilu ialah proses pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru yang belum rampung. 

“Mayoritas publik menentang ide untuk memundurkan pelaksanaan pemilu ke 2027 karena alasan pembangunan IKN, ” ungkap Deni. 

Hasilnya sebanyak 78,5% menolak usulan penundaan pemilu dengan alasan pembangunan IKN yang belum rampung, sedangkan responden yang menyatakan setuju hanya 10,9%. 

Sementara, sebanyak 10,6% tidak menentukan sikapnya bahkan tidak mengetahui alasan ketiga penundaan pemilu ini. 

Jika ditarik kesimpulan, mayoritas publik tidak menginginkan pemilu untuk diundur dari 2024 ke 2027 dengan beberapa alasan seperti yang telah diungkapkan. 

“Jadi ketiga alasan yang tadi mendapat respons yang negatif karena alasan Covid-19 yang belum pulih, karena ekonomi akibat Covid-19 yang perlu perhatian serius kemudian juga alasan IKN itu juga tidak mendapat sambutan dari masyarakat,” bebernya. 

Sebagai informasi, Metodologi data populasi dipilih secara random (multistage random sampling) melibatkan 1220 responden. 

Sebanyak 1207 responden yang dapat diwawancarai secara valid menunjukkan angka sebesar 84 persen. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan kurang lebih 3,12 persen pada tingkat kepercayaan 95%. 

Responden terpilih diwawancarai tatap muka melalui pewawancara yang terlatih. Sedangkan periode waktu wawancara di lapangan terhitung sejak 13-20 Maret 2022.

Quality control terhadap hasil wawancara yang dilakukan secara acak sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih dan tidak ditemukan kesalahan berarti. []