
DEPOK — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Aksi ini dilakukan untuk menyampaikan kritik serta aspirasi terkait kinerja pemerintahan saat ini.
Massa yang sebelumnya berkumpul di lapangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI Depok sempat mengalami kendala saat hendak berangkat ke lokasi keberangkatan. Keberangkatan mereka tertunda akibat armada bus Kopaja yang telah disewa mendadak batal mengangkut rombongan.
Koordinator Aksi, Hafidz Haernanda, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah memesan puluhan armada bus sebagai sarana transportasi para mahasiswa.
“Sebenarnya sudah dipesan 24 bus untuk transportasi mahasiswa, namun terkendala pembatalan sepihak oleh pihak bus karena adanya intimidasi yang diterima oleh para sopir,” ujar Hafidz.
Tak kehilangan akal akibat pembatalan armada tersebut, para mahasiswa akhirnya memilih untuk tetap berangkat menuju Jakarta menggunakan moda transportasi lain, seperti angkutan kota (angkot).
Menanggapi aksi unjuk rasa anak didiknya, Rektor UI, Heri Hermansyah, berpesan agar seluruh mahasiswa tetap menjaga ketertiban selama berada di lapangan. Ia mengimbau agar penyampaian pendapat dilakukan secara damai dan tidak memicu kerusuhan.
“Kami mengimbau mahasiswa untuk menyampaikan pendapat secara damai, menghindari aksi anarkis, serta tidak melakukan aksi hingga malam hari,” tegas Heri.
Pada aksi yang berlangsung di Bundaran HI tersebut, massa BEM UI dijadwalkan bergabung dengan elemen mahasiswa dari berbagai universitas lain di Indonesia untuk menyuarakan tuntutan mereka secara bersama-sama.
