pojokdepok.com -, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama Ketua Dewan Syura (Parlemen) Kerajaan Bahrain sepakat meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Salah satunya meningkatkan volume perdagangan kedua negara yang saat ini masih relatif kecil, sekitar USD 225 juta pada 2019 dan turun menjadi USD 170 juta pada 2020, dengan posisi defisit pada Indonesia.
Bamsoet mengatakan, keduanya meyakini masih cukup banyak potensi yang terbuka bagi kedua negara untuk meningkatkan nilai perdagangan.
“Kedua negara juga telah membuat MoU pembebasan visa resiprokal bagi pemegang paspor diplomatik, paspor dinas dan paspor khusus yang rencananya diberlakukan Awal Desember 2021. Sesuai dengan nota diplomatik Kementerian Luar Negeri Indonesia kepada Kedutaan Besar Bahrain di Indonesia pada 25 Oktober 2021,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulis, Jumat (5/11/2021).
Bamsoet menuturkan, MoU pembentukan Joint Commission yang berlaku pada 3 Juli 2020 ditindaklanjuti oleh DPR RI pada 26 Februari 2020 dengan membentuk Group Kerja Sama Bilateral (GKSB) antara DPR RI dan Parlemen Bahrain yang beranggotakan empat orang dan dipimpin oleh Moekhlas Sidik dari Fraksi Partai Gerindra.
Menurutnya, GKSB harus dimanfaatkan sebagai media dialog bagi kedua negara untuk membahas berbagai bentuk kerjasama yang lebih luas. Khususnya, di sektor-sektor yang akan membawa manfaat bagi keduanya di masa depan.
“Rencana mengadakan Sidang Pertama Komisi Bersama Indonesia-Bahrain perlu didorong oleh Parlemen kedua negara agar segera terealisasi” tandasnya.
Disamping itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut mengapresiasi perhatian dan bantuan yang diberikan Pemerintah Kerajaan Bahrain kepada masyarakat Indonesia yang tinggal di Bahrain selama masa pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020 hingga sekarang.
“Indonesia menyambut baik undangan HM Raja Hamad bin Isa Al Khalifa kepada Presiden RI Joko Widodo untuk berkunjung ke Bahrain yang telah disampaikan pada Mei 2018. Indonesia berharap agar Raja Bahrain dapat terlebih dahulu berkunjung ke Indonesia sebagai kunjungan balasan oleh Presiden Abdurrahman Wahid ke Bahrain pada 17 Juni 2000,” pungkasnya.

