PAN Sebaiknya Keluar Koalisi

pojokdepok.com –, Partai Amanat Nasional (PAN) disarankan keluar dari koalisi pendukung pemerintah. Salah satunya karena hingga kini PAN tidak juga dilibatkan memperkuat kabinet.

“PAN harus keluar dari koalisi. Percuma mendukung tapi tak ada kader di pemerintahan. Buang-buang waktu dan energi,” kata Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie, Sabtu (19/2/2022).

Jerry menyebut PAN memutuskan gabung koalisi paling tidak berharap ‘durian runtuh’, mendapat kursi di kabinet. Namun Jokowi menggunakan politik tarik ulur. Reshuffle kabarnya dilakukan pada Desember 2021 tapi faktanya tidak dilakukan.

baca juga:

“Ada istilah nihilisme, inilah yang terjadi di PAN. Sudahlah pak Ketua Zulhas, get out sajalah dari koalisi. Tak ada keuntungan juga buat PAN, malah rugi besar,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Jerry menuturkan, kredibilitas pemerintahan Jokowi terus menurun. Jika tidak segera keluar maka akan berimbas pada PAN. 

“Malah PAN dirugikan dengan tingkat elektabiltasnya kalah telak dari Demokrat. Ngapain  bertahan di koalisi dengan public policy yang amburadul,” ucapnya.

Sebaiknya, lebih lanjut dikatakan Jerry, PAN perkuat dukungan ke oposisi dengan Demokrat dan PKS. Langkah ini diyakini bakal menaikkan elektabilitas.

Ia mencontohkan, karena sikap oposisi Partai Demokrat pernah nangkring di 3 besar dan bertahan di 5 besar parpol di tanah air. Tak hanya itu, elektabilitas Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhouono sebagai capres bahkan lebih moncer dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

“PAN telah salah mengambil keputusan tapi belum terlambat. Sebaiknya PAN lebih getol memperjuangkan kepentingan rakyat,” tukasnya.[]