pojokdepok.com -, Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa NU Australia-New Zealand, Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir ikut menyorot usulan penundaan Pemilu 2024 sebagaimana diusulkan Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar.
Gus Nadir mengaku sulit memahami alasan penundaan Pemilu 2024 yang diutarakan Muhaimin.
“Kalau gak ada duit, kok IKN (Ibu Kota Negara) jalan terus? Kalau alasan pandemi, kok Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serentak jalan terus,” singgung Gus Nadir lewat akun Twitter @na_dirs, Senin (28/2/2022).
baca juga:
Sulit utk memahami alasan usulan Pilpres ditunda. Kalau gak ada duit, kok IKN jalan terus? Kalau alasan pandemi, kok Pilkada serentak jalan terus. Masa jabatan Presiden itu bukan spt final Chelsea vs Liverpool yg perpanjangan waktu n penalti. Alaysa kadzalik Gus Ketum @cakimiNOW?
— Khazanah GNH (@na_dirs) February 27, 2022
Gus Nadir mengatakan bahwa masa jabatan presiden tidak seperti laga final dalam pertandingan sepak bola yang dapat diakhiri dengan perpanjangan waktu.
“Alaisa kadzalik Gus Ketum @cakimiNOW?,” singgung Gus Nadir.
Pengusulan Pemilu 2024 ditunda hingga satu atau dua tahun disampaikan Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar. Dia mengklaim, usulan tersebut disampaikan usai mendengar berbagai masukan dari pelaku UMKM, pengusaha dan analis ekonomi.
Muhaimin mengatakan, latar belakang usulan itu adalah pemulihan ekonomi. Penundaan pemilu akan menjadi momentum perbaikan ekonomi untuk mengganti stagnasi selama dua tahun masa pandemi Covid-19.
“Ya setahun lah maksimal dua tahun,” ujar Muhaimin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (23/2/2022).
Muhaimin mengungkapkan banyak masukan dari kalangan dunia usaha. Mereka melihat peluang ekonomi di tahun ini. Nantinya, kata Muhaimin, akan banyak momentum-momentum ekonomi untuk recovery terhadap dua tahun Pandemi yang tidak efisien, bahkan sebetulnya sejak 2021 telah dilakukan restarting ekonomi yang cukup baik.
“Mereka menyatakan bahwa 2022-2023 akan ada tren momentum-momentum perbaikan yang dahsyat dan akan ada peluang untuk bangkit lebih baik dibanding negara-negara mana pun,” urai Ketua Umum PKB ini.[]

