PWNU Jatim Klaim Pertemuan dengan Puan Tidak Bahas Politik Praktis

pojokdepok.com -, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Kiai Marzuqi Mustamar menegaskan bahwa pertemuannya dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani secara tertutup tidak membahas politik praktis, termasuk Pilpres 2024. 

“Enggak bahas politik praktis. (Bahas) Politik kebangsaan, pilar-pilar bangsa, UUD 45 dan bhinneka tunggal ika,” kata Marzuqi, usai pertemuan di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Selasa (1/3/2022). 

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPR RI Puan Maharani menemui  Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada Selasa (1/3/2022) malam. 

baca juga:

Kehadiran Puan disambut Wakil Rais Syuriah KH Agoes Ali Masyhuri. Selain itu hadir pula sejumlah pengurus PWNU Jatim lainnya, seperti KH Abdul Adhim Cholili, KH Syafruddin, KH Marzuki Mustamar, KH Sholeh Hayat, dan sederet tokoh PWNU Jatim lainnya 

“Tadi saya diberi wejangan oleh Kyai Ali bahwa silaturahmi itu intinya adalah gotong royong, sementara gotong royong itu inti sari dari Pancasila. Bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk membangun bangsa Indonesia, apalagi dalam situasi yang sekarang terkena pandemi Covid-19 tidak mungkin kita bangun sendirian. Perlu gotong royong dari semua pihak,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/3/2022). 

Sementara, Kyai Ali menyatakan apresiasinya atas silaturahmi Puan dengan menyitir sebuah hadits Nabi yang mengatakan bahwa orang-orang yang merawat silaturahminya, akan memiliki rezeki yang baik dan umur yang panjang.

“Haditsnya sahih dan bisa didekati secara empiris, karena saya melihat banyak orang yang senang bersilaturahmi, rata-rata sehat badannya,” Kyai Ali mengungkapkan. 

Menurutnya, di negeri yang penuh keragaman seperti Indonesia, silaturahmi dan kebersamaan amat dibutuhkan.

“Kita cari titik persamaan, jangan titik perbedaan. Dibutuhkan juga tolong menolong dan gotong royong. Ini penting untuk Kembali dihidupkan karena mulai padam dan ditinggalkan oleh masyarakat,” katanya. 

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar mengingatkan lagi bahwa kemerdekaan yang dicapai Indonesia pun merupakan hasil dari kumpulan rasa cinta yang amat besar terhadap negara serta gotong royong dari begitu banyak elemen bangsa, antara lain kaum nasionalis dan juga para ulama.

“Bagi warga NU, NKRI harga mati itu bukan jargon semata. Merawat dan menjaga NKRI sama pentingnya menjaga Islam,” kata Marzuki mengungkapkan.[]