pojokdepok.com – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia (IPI) Burhanuddin Muhtadi mengatakan, mayoritas pemilih partai politik mendukung Pemilu tetap dilaksanakan pada 2024. Hal itu didapat berdasarkan hasil survei pada Desember 2021 serta survei IPI yang dilakukan pada 25 Februari-1 Maret 2022.
“Coba kita cek basis partai, kita punya pertanyaan, Pemilu legislatif 2019 kemarin memilih partai mana. Sebanyak 69,9 responden kami mengatakan memilih PKB. Hampir 70 persen pemilih PKB sendiri juga tidak setuju dengan klaim Ketumnya, Cak Muhaimin,” kata Burhan dalam diskusi daring, Sabtu (5/3/2022).
“Golkar, 57 persen pemilihnya mengatakan sebaiknya Pemilu tetap dilaksanakan di 2024 dan hanya sedikit atau minoritas yang menyatakan Pemilu sebaiknya ditunda hingga 2027,” imbuh Burhanuddin.
baca juga:
Angka dukungan Pemilu 2024 juga lebih tinggi pada massa pemilih PAN. Sebanyak 81,9 persen pemilih partai berlambang matahari itu mendukung kontestasi tetap digelar pada 14 Februari 2024.
“Bahkan aspirasi penundaan Pemilu seperti yang disuarakan Pak Zulkifli Hasan hanya direspon positif oleh 13 persen basis massa mereka,” ujar Burhanuddin.
Melalui hasil survei tersebut, ia mempertanyakan basis data yang digunakan Partai Golkar, PKB, dan PAN yang mengklaim bahwa rakyat mendukung penundaan Pemilu 2024. Padahal, dukungan terhadap Pemilu 2024 justru bersifat multi partisan yang disepakati berbagai pihak.
“Aspirasi warga terkait dengan Pemilu yang tetap dijadwalkan sesuai konstitusi itu bersifat multi partisan. Siapapun partainya, Capres yang didukungnya, ormas Islam afiliasinya, semua setuju Pemilu tetap dengan jadwal,” ujar Burhanuddin.
Burhanuddin menyimpulkan, aspirasi penundaan Pemilu tidak cukup populer bahkan di kalangan massa simpatisan partai politik yang menghembuskan isu tersebut.
“Jadi over all yang ingin kami sampaikan adalah isu penundaan Pemilu itu tidak populer. Bahkan di kalangan pendukungnya,” kata dia.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar(Cak Imin) mengatakan Pemilu kerap menyebabkan stagnasi ekonomi. Ia mengatakan momentum perbaikan ekonomi tidak boleh terganggu pesta politik. Makanya, ia mengusulkan Pemilu 2024 diundur.
Saat itu, Cak Imin mengatakan dirinya akan menyampaikan ke Presiden Joko Widodo terkait usulannya agar Pemilu 2024 ditunda.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang juga Wakil Ketua MPR juga menyetujui ide ini.
Selain itu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengklaim mendapat masukan dari petani sawit di Pekanbaru agar masa jabatan Presiden Joko Widodo diperpanjang. Ia mengatakan akan meneruskan usulan ini. []

