Bener Gak Sih, Sering Jajan Kopi Bikin Miskin?

Jakarta, pojokdepok.com – Tak sedikit pakar keuangan pribadi yang bilang, bahwa terlalu sering jajan seperti minuman kopi yang ngehits, bisa berujung pada masalah keuangan di kemudian hari. Pasalnya, meski harga minuman tersebut terbilang tidak terlalu mahal, namun semakin Anda membeli minuman ini, maka semakin besar pula pengeluaran Anda.

Jika dalam satu hari Anda menghabiskan uang Rp20 ribu untuk jajan kopi, maka dalam 20 hari di satu bulan, artinya Anda sama saja mengeluarkan uang sampai dengan Rp400 ribu.

Nilai Rp400 ribu tentu tidak bisa dipukul rata bagi setiap orang, ada yang memandangnya sebagai jumlah yang kecil, bahkan ada pula yang sebaliknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun sejatinya, jika dana sebesar Rp400 ribu diinvestasikan ke sejumlah instrumen investasi, maka nilai imbal hasilnya akan terlihat signifikan dalam jangka panjang.

Lantas, apakah kita semua harus puasa kopi demi bisa berinvestasi? Mari kita buat studi kasusnya.

Rp400 ribu buat ngopi, berapa besar buat investasi?

Berikut ini adalah ilustrasi arus kas bulanan dari Bapak X. Bapak X adalah orang yang baru saja terkena PHK, dan saat ini bekerja sebagai freelancer dengan pendapatan rata-rata Rp 8,5 juta.

Dia memiliki tanggungan dan cukup melek proteksi, oleh karena itu dia rutin membayar BPJS dan memiliki asuransi jiwa.

Namun sayangnya, gaya hidupnya memang belum bisa berubah. Bapak X masih menganut gaya hidup, yang sama seperti saat dirinya masih memiliki penghasilan dua digit.

Walau dia mengaku sudah memotong pengeluaran yang hanya berkaitan dengan keinginan, namun tampaknya itu masih tidak cukup. Pengeluaran jajan kopinya mencapai Rp400 ribu dalam sebulan, belum lagi ditambah kegiatan jalan-jalan, dan subscribe layanan streaming.

Dengan pengeluaran kebutuhan yang mencapai Rp7 jutaan, maka dalam sebulan Bapak X hanya memiliki sisa arus kas bersih sebesar Rp220 ribu saja.

Penyebab masalah arus kas bukan hanya kopi

Memang benar, semakin besar pengeluaran gaya hidup akan membuat Anda kesulitan menabung. Namun berkaca pada kasus Bapak X, kopi bukanlah satu-satunya masalah dalam arus kas Bapak X.

Pengeluaran kebutuhan Bapak X, seperti transportasi dan biaya kebutuhan rumah juga terlihat sangat besar.

Walaupun kedua pengeluaran itu berasal dari kebutuhan pokok, yang artinya bisa mempengaruhi kualitas hidup jika dikurangi, ketahuilah bahwa masih ada beberapa pengeluaran yang bisa dipotong dengan bijak.

Selama pengeluaran itu tidak masuk dalam komponen pangan, papan, dan cicilan utang, maka sah-sah saja untuk memotongnya demi berhemat.

Makin besar arus kas, makin cepat kaya?

Semakin besarnya arus kas, menandakan semakin besar dana yang bisa dialokasikan untuk menabung atau berinvestasi. Semakin besar dana yang dialokasikan untuk investasi, maka semakin besar pula potensi Anda dalam merealisasikan mimpi di masa depan.

Seperti diketahui, saham adalah instrumen investasi yang cukup baik untuk jangka menengah maupun panjang sekalipun. Selain mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga (capital gain), Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dari dividen.

Lantas bagaimana cara kita memilih aplikasi yang mudah dan aman digunakan untuk investasi? Jawabannya tentu saja di InvestasiKu.

InvestasiKu adalah aplikasi dari PT Mega Capital Sekuritas, yang bisa memberikan keuntungan beragam bagi penggunannya. Proses pembuatan rekening dana nasabah lewat InvestasiKu, bisa dilakukan dalam waktu kurang dari satu hari.

Setiap transaksi saham yang Anda lakukan lewat InvestasiKu, akan menghasilkan MPC Point (1 MPC Point = Rp 1), yang bisa Anda gunakan kembali untuk membeli saham atau ditukarkan ke merchant-merchant CT Corp.

Jadi, tunggu apalagi, download InvestasiKu sekarang juga!

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Kalau Gak Paham Ini, Masalah Keuanganmu Gak Akan Selesai

(aak/aak)