Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, di periode keduanya memimpin kali ini, dia tidak membatasi 100 hari kerja. Mohammad Idris akan lebih melakukan kerja-kerja yang relatif dipercepatnya bersama Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono.
“Seperti program 100 ribu biopori. Ini sangat penting karena memang evaluasi kami di lapangan, genangan-genangan air yang terjadi karena hujan lebat beberapa hari ini, di antaranya permasalahan biopori ini,” kata Mohammad Idris usai pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok masa jabatan 2021-2026 di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (26/02/2021).
Lanjut dia, ternyata beberapa daerah sudah menerapkan cara membuat lubang resapan biopori ini. Manfaatnya juga dapat dirasakan di musim hujan karena air menjadi tidak tergenang.
“Ini sesuatu yang harus dicontoh. Bisa nanti dibuatkan lomba biopori. Yang penting semua warga yang mempunyai tanah lebar membuat resapan air di rumahnya, buat lubang biopori,” tuturnya.
Dikatakannya, pembuatan biopori ini sudah ada di setiap kelurahan yaitu 1.000 lubang resapan. Seharusnya, sambung Mohammad Idris, hingga kini sudah ada 63 ribu biopori.
“Kita suruh hitung kembali. Lubang biopori itu harus dirawat, jika tidak percuma. Untuk itu, mengenai perawatannya, kita minta warga dan kelurahan gotong-royong, swadaya,” jelasnya.
Selain itu, ungkap Mohammad Idris, masyarakat bakal diingatkan untuk membuat tanaman rumah khususnya TOGA. Sebab, itu menjadi salah satu bagian program nasional, pemerintah pusat yang harus diturunkan di masa pandemi Covid-19.
“Jika mengenai vaksin Covid-19 itu sudah menjadi tugas kami. Sekarang tahap dua mulai Maret mendatang. Warga lansia, pasar, pelajar dan mahasiswa akan menjadi sasarannya pada tahap dua ini,” tandasnya.

